Sang Hyang Wenang : Cucu Sayid Anwar, Cicit Nabi SYS a
...
Sanghyang
Wenang adalah nama seorang dewa senior dalam tradisi pewayangan Jawa.
Ia dianggap sebagai leluhur Batara Guru, pemimpin Kahyangan Suralaya.
Ia sendiri bertempat tinggal di Kahyangan Awang-awang Kumitir.Kisah
kehidupan Sanghyang Wenang yang diangkat dalam pentas pewayangan antara
lain bersumber dari naskah Serat Paramayoga yang disusun oleh pujangga
Ranggawarsita.
Serat Paramayoga merupakan karya sastra
berbahasa Jawa yang isinya merupakan perpaduan unsur Islam, Hindu, dan
Jawa asli. Tokoh Sanghyang Wenang misalnya, disebut sebagai leluhur
dewa-dewa Mahabharata sekaligus keturunan dari Nabi Adam. Sanghyang
Wenang merupakan putra Sanghyang Nurrasa, putra Sanghyang Nurcahya,
putra Nabi Sis, putra Nabi Adam. Ia memiliki seorang kakak bernama
Sanghyang Darmajaka dan seorang adik bernama Sanghyang Pramanawisesa.
Setelah dewasa, Sanghyang Wenang mewarisi takhta Kahyangan Pulau Dewa
dari ayahnya. Kahyangan ini konon sekarang terletak di negaraMaladewa,
di sebelah barat India.
Sanghyang Wenang dipuja bagaikan
Tuhan oleh para penduduk Pulau Dewa yang saat itu kebanyakan dari
bangsa jin. Hal ini didengar oleh Nabi Sulaiman pemimpin Bani Israil.
Para pengikut Nabi Sulaiman mendesak supaya Sanghyang Wenang diberi
hukuman. Nabi Sulaiman pun mengirim panglimanya yang bernama Jin Sakar
untuk menyerang Pulau Dewa.Jin Sakar tiba di tujuannya. Namun justru
dirinya yang berhasil dikalahkan Sanghyang Wenang. Jin Sakar dikirim
balik untuk mencuri rahasia kesaktian Nabi Sulaiman, yaitu Cincin
Maklukatgaib pemberian Tuhan. Setelah berhasil mencuri cincin tersebut,
Jin Sakar kembali ke Pulau Dewa, namun Cincin Maklukatgaib jatuh
tercebur ke dasar laut.
Nabi Sulaiman jatuh sakit setelah
kehilangan cincinnya. Berkat doanya yang tekun, ia pun memperoleh
kesembuhan. Pulau Dewa tempat Sanghyang Wenang dipasangi tumbal
sehingga meledak dan hancur menjadi pulau-pulau kecil. Sanghyang Wenang
sendiri bahkan sampai mengungsi ke dasar laut. Beberapa tahun kemudian
setelah Nabi Sulaiman meninggal, Sanghyang Wenang pun muncul kembali
dan membangun kahyangan baru di Gunung Tengguru. Setelah memimpin
sekian tahun lamanya, Sanghyang Wenang mewariskan takhta kahyangan
kepada putranya yang bernama Sanghyang Tunggal. Setelah itu, ia sendiri
juga manunggal, bersatu ke dalam diri putranya itu.
Meskipun
Sanghyang Wenang telah bersatu ke dalam diri Sanghyang Tunggal, namun
para dalang dalam pementasan wayang masih tetap memunculkan tokoh
Sanghyang Wenang dalam lakon-lakon tertentu. Hal ini dimungkinkan
karena setelah bersatu dengan ayahnya, Sanghyang Tunggal tetap memakai
nama ayahnya, yaitu Sanghyang Wenang sebagai salah satu nama julukannya.
Kitab Parama Yoga : Kisah Tentang Keturunan Sayid Anwar ?
Kitab
Paramayoga ditulis oleh R.Ng. Ranggawarsita, seorang yang suci bertemu
jati diri, seorang pujangga, dan sangat dihormati. Beliau menulis
Kitab Paramayoga konon terinspirasi Serat Kandha yang ditulis oleh
kakek buyut beliau yaitu R.Ng. Yasadipura I.
Paramayoga
menyebutkan bahwa Nabi Adam memiliki anak 40 pasang kembar dampit
ditambah 2 yang tidak lahir secara kembar. Yang laki-laki Sayidina Sis,
sedang yang perempuan Siti Hanun. Dalam Jitapsara (Kitab susunan
Begawan Palasara, Jawa) disebut Sang Hyang Sita. Anwas (Nasa, dalam
Jitapsara) kepada cucunya yang berwujud bayi laki-laki (dari Dewi
Mulat) dan Anwar (Nara, dalam Jitapsara)
Brahma Cicit Syang Hyang Wenang adalah Nabi Ibrahim a.s.
Brahma
adalah asal muasal orang Jawa. Padahal Brahma adalah cicit dari Syang
Hyang Wenang yang merupakan galur dari Sayid Anwar Putra Nabi Sys a.s.
Brahma dicurigai adalah nama plesetan dari Nabi Ibrahim. Penduduk Jawa
merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim dan Siti Sarah ? Karena dalam
mitologi Jawa istri dari Brahma adalah Saraswati ?
Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim
Di
dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh’ tulisan Ibnu Athir, menyatakan
bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu
Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim.
Bani
Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru
ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia
(UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27%
Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).
Variant
Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi
Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.
Sekilas
dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan yang
sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih
mendalam, diperoleh fakta, bahwa Brahma yang terdapat di dalam Metologi
Jawa indentik dengan Nabi Ibrahim.
- Brahma adalah Nabi Ibrahim
Mitos
atau Legenda, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi,
peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan
dari kenyataan yang ada.
Mitos Brahma sebagai leluhur
bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah,
yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian
beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan
menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).
Dan kita telah
sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata
‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti
menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari
nama Brahma (ba ra-ha mim).
Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :
1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.
2.
Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail,
sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (Muhammad
in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali)…
3.
Brahma adalah perlambang Monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan
Yang Esa (Brahman), sementara Nabi Ibrahim adalah Rasul yang mengajarkan
ke-ESA-an ALLAH.
- Bukti-bukti Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :
Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembah
Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci
Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar
Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan
Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu
Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”
Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.
Ajaran
Monotheisme di dalam Veda, pada mulanya berasal dari Brahma (Nabi
Ibrahim). Jadi makna awal dari Brahma bukanlah Pencipta, melainkan
pembawa ajaran dari yang Maha Pencipta.
Nabi Ibrahim
mendirikan Baitullah (Ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara Brahma
membangun rumah Tuhan, agar Tuhan di ingat di sana (Muhammad in Parsi,
Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).
Bahkan secara rinci, kitab Veda menceritakan tentang bangunan tersebut :
Tempat kediaman malaikat ini, mempunyai delapan putaran dan sembilan pintu… (Atharva Veda 10:2:31)
Kitab Veda memberi gambaran sebenarnya tentang Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim.
Makna
delapan putaran adalah delapan garis alami yang mengitari wilayah
Bakkah, diantara perbukitan, yaitu Jabl Khalij, Jabl Kaikan, Jabl
Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi Qabes dan Jabl Umar.
Sementara
sembilan pintu terdiri dari : Bab Ibrahim, Bab al Vida, Bab al Safa,
Bab Ali, Bab Abbas, Bab al Nabi, Bab al Salam, Bab al Ziarat dan Bab al
Haram.
- Monotheisme Ibrahim
Peninggalan
Nabi Ibrahim, sebagai Rasul pembawa ajaran Monotheisme, jejaknya masih
dapat terlihat pada keyakinan suku Jawa, yang merupakan suku terbesar
dari Bani Jawi.
Suku Jawa sudah sejak dahulu, mereka
menganut monotheisme, seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau
Sangkan Paraning Dumadi.
Selain suku Jawa, pemahaman
monotheisme juga terdapat di dalam masyarakat Sunda Kuno. Hal ini bisa
kita jumpai pada Keyakinan Sunda Wiwitan. Mereka meyakini adanya ‘Allah
Yang Maha Kuasa’, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘Nu
Ngersakeun’ atau disebut juga ‘Sang Hyang Keresa’.
Dengan
demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas Bani Jawi
(khususnya masyarakat Jawa) menerima Islam sebagai keyakinannya. Karena
pada hakekatnya, Islam adalah penyempurna dari ajaran Monotheisme
(Tauhid) yang di bawa oleh leluhurnya Nabi Ibrahim.
Sayid Anwar : Galur Asal Nenek Moyang Orang Jawa ?
Nabi
Adam yang berputera Nabi Syits, dalam Mitologi Jawa mempunyai putra
Nabi Syits menurunkan Sayid Anwas dan Sayid Anwar. Sayid Anwar mengubah
namanya menjadi Sang Hyang Nur Cahya, setelah berhasil memasuki alam
dwi pantara. Putranya kemudian bernama Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang
Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang
Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru,
yang menurunkan Batara Brahma atau nama lainnya adalah Sri Maharaja
Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.
Cupu Manik Astagina Dan Kotak Pandora ?
Kotak
Pandora dan Kemampuannya yang Ajaib memiliki sebuah kemiripan dengan
Cupu Manik Astagina Dalam Kisah Nabi Adam, Ajajil, Nabi Sys, dalam
mitologi Pewayangan Jawa. Apakah Hubungan Antara Kisah Pewayangan jawa
Dan Mitologi Yunani ?
Jadi Pandora box atau kotak Pandora
adalah sebuah kisah yang berasal dari mitologi Yunani. Kisah sebuah
patung wanita yang diciptakan Haphaestus atas perintah Zeus, yang
kemudian akhirnya diberi kehidupan oleh Zeus dan diberi nama “Pandora”.
Selain
manusia, bumi dulu juga ditempati oleh para Titan. Zeus sangat tidak
menyukai beberapa titan, dan titan yang paling tak disukainya adalah
Promotehus, yang bersikukuh hendak mencuri cahaya pengetahuan dari
puncak gunung Olympus.
Nietzsche sangat mengagumi titan
satu ini, yang menurutnya memiliki ciri “uebermensch” (sebagian
menerjemahkannya “superman”, tapi penerjemah spesialis Nietzsche, Walter
Kauffman, lebih suka menerjemahkannya menjadi “overman”. St. Sunardi,
dalam bukunya tentang Nietzsche yang diterbikan lkis, menerjemahkan
uebermensch menjadi “adimanusia”).
Zeus, diceritakan, juga
membenci titan lainnya yang bernama Ephimetheus. Dia adalah kakak
Promotheus. Untuk itu Zeus memerintahkan seorang dewa yang dikenal buruk
rupa, tapi memiliki keahlian seni yang mumpuni untuk membuat sebuah
patung perempuan.
Nama dewa itu Haphaestus. Dia adalah
anak Zeus dari hasil perkimpoian dengan Hera. Karena dia memendam
asmara tak kesampaian dengan Aprhodite, maka ia pun membuat patung
perempuan yang kecantikannya menyerupai Aphrodite.
Penciptaan
patung tersebut juga dipenuhi berkah dari dewa-dewi lainnya. Aphrodite
menganugerahinya kecantikan, keanggunan, dan gairah. Hermes memberinya
kecerdikan, keberanian, dan kemampuan untuk membujuk.
Demeter
menunjukkannya cara memelihara taman. Athena mengajarinya ketangkasan
dan memberi roh pada pandora. Apollo mengajarinya bernyanyi dengan
merdu dan memainkan alat musik petik. Poseidon memberinya kalung
mutiara dan kesaktian agar tak pernah tenggelam.
Horae
menambah daya tarik pandora dengan menghiasi rambutnya dengan rangkaian
bunga dan tumbuhan lain untuk membangkitkan ketertarikan para pria
padanya. Hera memberinya rasa ingin tahu. Zeus membuatnya nekat, nakal,
dan suka bermalas-malasan.
Zeus senang dengan
kesempurnaan patung itu, lantas memberi patung itu kehidupan. Patung
itu sendiri bentuknya lebih kecil dari ukuran manusia umumnya. Patung
yang sudah diberi kehidupan itu diberi nama Pandora. Oleh Zeus, Pandora
dititipi pula sebuah kotak rahasia yang tak boleh dibukanya.
Zeus
lantas menghadiahkan patung itu pada Ephimetus. Kendati Promotheus
sudah memeringatkan kakaknya akan kemungkinan tipu muslihat Zeus,
Ephimetus telanjur menyukai dan mencintainya, karena Pandora memang
sangat cantik.
Singkat kata, Pandora dan Ephimetus hidup
berdampingan. Pandora sendiri hingga beberapa lama mampu menaati
perintah untuk tidak membuka kotak itu. Tapi, lama kelamaan, Pandora
penasaran dengan apa isi kotak yang dititipkan padanya.
Maka,
dibukanyalah kotak tersebut. Dari dalam kotak, berhamburanlah segala
macam keburukan, seperti penyakit, wabah kesedihan, dan keputusasaan.
Sejak itu, bumi mulai mengenal penyakit dan segala keburukan hidup
lainnya.
Konon di dalam kotak itu juga masih ada satu
benda lain. Benda itu berbentuk kecil, namanya : “harapan”. Benda
inilah yang kelak digunakan manusia di Bumi untuk terus bertahan dari
segala macam penyakit, wabah, kesedihan, dll
SAYID ANWAR : Putra Nabi SYS a.s.
Sayid
Anwar adalah cikal bakal para Dewa atau Hyang. Ijazil (Iblis) memohon
kembali kepada Allah Sang Maha Pencipta agar Sayid Anwar diperkenankan
berumur panjang hingga akhir zaman. Permohonan Ijazil (Iblis)
dikabulkan.
Sayid Anwar lalu meminum dan mandi Maolkayat
atau Tirta Kamandalu, yaitu “air kehidupan” yang berasal dari intisari
awan mendung yang telah dicurahkan dari atas langit. Oleh Ijazil
(Iblis) Tirta Kamandalu itu ditampung kedalam cupumanik Astagina (milik
Nabi Adam dahulu yang terhempas badai), agar Tirta Kamandalu tidak
pernah habis secara ajaib di dalam Cupumanik Astagina. Ijazil (Iblis)
menganugerahkan cupu tersebut kepada Sayid Anwar.
Dan
atas kodrat Allah, Sayid Anwar dipertemukan dengan pohon Rewan (Pohon
Kehidupan, Lata Maosadi, Kalpataru, Oyod Mimang) yang sedang ngarang,
gugur daun-daunnya. Akar pohon ini menjadi tanda dari kehidupan alam,
dimana seluruh isi jagad raya yang mati sebelum takdirnya bila diatasnya
diletakkan akar pohon ini akan hidup kembali. Sayid Anwar kemudian
mengambil akar pohon tersebut dan kemudian menjadi salah satu pusaka
para dewa. Oleh Ijazil (Iblis), Sayid Anwar mendapatkan sesotya (mutiara
mustika, bola kristal) Retna Dumilah yang atas ijin Allah, sesotya
tersebut bisa untuk memandang seluruh isi jagad raya dan
mengetahui/membuat “tiruan” (prototype) surga dan neraka.
Kemudian
Sayid Anwar diberi pelajaran berbagai ilmu pengetahuan dan kesaktian
oleh Ijazil (Iblis). Diantaranya : ilmu pangiwa, ilmu patraping
panitisan (ilmu menitis, reinkarnasi), ilmu manjing suruping pejah
(sasahidan, semadi hingga mencapai mati sajroning urip) dan ilmu cakra
panggilingan (ilmu menguasai perjalanan waktu, termasuk ilmu jangka
atau ngerti sadurunge winarah atau mengetahui tabda-tanda kejadian yang
akan datang).
Setelah menerima dan menguasai semua ilmu
pengetahuan dan kesaktian, Sayid Anwar ingin kembali berkelana, ia
sudah enggan kembali pulang ke keluarganya, kakek-neneknya, ayah
ibunya, dan saudara-saudaranya. Ia merasa tidak bisa hidup berdampingan
dengan mereka. Maka, Ijazil (Iblis) menyarankan untuk tinggal di
Jazirat Ngariyat (Pulau Malwadewa). Di tempat itu Sayid Anwar disuruh
bertapa di puncak gunung dengan cara mengikuti perjalanan matahari.
Kalau matahari terbit dia menghadap ke timur, kalau matahari di tengah
dia menengadah, dan kalau matahari sudah di barat dia menghadap ke
barat.
Setelah tujuh tahun bertapa, atas kehendak Allah
juga, Sayid Anwar hilang dimensi kemanusiaannya menjadi badan rohani di
alam Adam-Makdum (alam ada tiada, sonyaruri atau awang-uwung, suwung).
Bumi-langit tiada terlihat, tiada matahari tiada bulan tiada bintang,
tiada malam dan siang, tiada arah kiblat, tiada ruang dan waktu. Semua
menjadi tiada, yang ada tinggal rengkuhan (liputan) cahaya, hingga
segala kehendaknya mendapat restu dari Allah Sang Maha Pencipta.
Alkisah
cahaya yang memancar dari Sayid Anwar dilihat oleh Prabu Nurhadi (Sang
Hyang Malhadewa) putra Prabu Rawangin (Sang Hyang Hartahetu). Prabu
Nurhadi (Sang Hyang Malhadewa) adalah keturunan Jan-Banujan (nenek
moyang jin). Prabu Nurhadi paham bahwa cahaya yang memancar itu
bukanlah cahaya matahari, bukan cahaya bulan dan bukan cahaya bintang,
itu cahaya keturunan Adam.
Kemudian cahaya tersebut
didekati dan berusaha untuk menangkapnya. Namun Prabu Nurhadi tidak
bisa menangkap cahaya tersebut. Cahaya yang tidak lain adalah Sayid
Anwar itu mengaku sebagai Kang Murbeng Alam. Prabu Nurhadi membantah
dan terjadi adu ilmu kesaktian. Prabu Nurhadi kalah dan selanjutnya
tunduk takluk dan menyembah kepada Sayid Anwar. Kemudian Prabu Nurhadi
mengajak Sayid Anwar ke kahyangannya dan dijadikan raja.
Setelah
menjadi raja diantara bangsa jin di pulau Malwadewa, Sayid Anwar
menggelarkan dirinya sebagai Sang Hyang Nurcahya (perpaduan cahaya).
Selanjutnya Putri Prabu Nurhadi yang bernama Dewi Nurrini (Dewi
Mahamuni) diserahkan dan dijadikan permaisuri Sang Hyang Nurcahya.Sang
Hyang Nurcahya mendapatkan keturunan dari Dewi Nurrini (Dewi Mahamuni)
berwujud Asrar (rahsa daya hidup, plasma, tan wujud) yang bercahaya
sangat terang benderang menyilaukan dan menerangi kegelapan. Asrar (tan
wujud) itu kemudian disiram dengan air kehidupan menjadi wujud. Oleh
Sang Hyang Nurcahya diberi nama : Sang Hyang Nurrasa.
Rabu, 10 Juni 2015
MEMPELAJARI KITAB KUNING
Dikalangan modern ini membaca kitab kuning sangtlah asing, sehingga kitab kuning seakan akan tak mampu menggikuti perkembangan zaman. padahal kitab kuning sangat lah penting dalam kehidupan kita, dengan kitab kuning kita bisa memahami da mengetahui ilmu-ilmu lainya. Oleh sebab itu sangat lah penting bagi kita untuk mempelajari ilmu tentang pentingnya kitab kuning, Selain itu dikalangan modern ini kitab kuning sudah sangat lah langka di kehidupan masa kini.
kitab kuning biasanya menggunakan bahasa arab.tapi pada masa modern ini banyak perubahan dalam penggunaan bahasa dajam mempelajari ilmu kitab kuning, tapi dengan menggunakan bahasa arab lebih baik dibandingkan dangan bahasa indonesi.
Bahasa bisa menambah wawasan kita dalam mempelajari kitab kuning dan bisa menuntun kita untuk mencoba mengetahui tentang pentingnya bahasa arab bekal masa depan yang akan kita laui. karena bahasa arab merupakan bahasa di dalam akhirat.
Ada beberapa metode untuk mudah mepelajari kitab kuning diantaranya yaitu , belajar menghafal mufrodat , memperdalam ilmu bahasa arab , hafal huruf hijaiyah dan bahasa jawa , mengerti siapa yang mengarang kitab tersebut serta memahami nahwu dan sorof . kegunaan kitab kuning antara lain bisa menuntun kita kejalan surganya ALLAH . dan keuntungan belajar kitab kuning diantaranya dapat menambah wawasan kita, dan memperdalam ilmu-ilmu yang lainya. seperti ilmu b fiqih, nahwu, shorof.
Kitab kuning selama ini di pahami oleh masyarakat sebagai kitab arab gundul . Yang di jual di took kusus , yang bebarengan dengan segala sesuatu yang berbau tanah arab , misal tasbih , surban , permadani , dan lain sebagainya . Jika menjual kitab kuning itu saja itu jauh lebih di pahami .Oleh karena kitab kuning alat paling afdal dalam pembelajaran di pondok pesantren .
Warna kertas kuning buram pada kitab kuning yang di pilihnya merupakan kertas khas paypir arab yang memang kertas kualitas bagus .Warnanya kuning dan tahan lama , tidak mudah di dekati rayab atau kecoak .
Kitab kuning banyak di baca dan di kaji di pondok pesantren salaf . Kapan istilah ini di sebutkan tidak ada yang mau mengakui sebagai penyebutnya. Padahal istilah lain yang familiar di kenal di kalangan internal pesantren adalah kitab gundul atau kitab ulama klasik .
Membaca kitab kuning gampang-gampang susah dan lebih baik di buat sangat susah karena bagi yang tidak memiliki dasar membaca tulisan arab . Tapi semua itu akan sangat mudah jika kita mau dan terus mempelajarinya .Belajar kitab kuning sekaligus belajar bahasa arab satra serta tata bahasanya . Sehingga mempelajari kitab kuning terkadang pula mempelajari keanggunan serta kehebatan sang penulisnya dalam satra arab .
Pemerintahan Abu ja'far Al-mansyur
A. Latar Belakang
Pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah Umayyah, di mana pendiri dari khilafah ini adalah keturunan al-Abbas, paman nabi Muhammad SAW. Di mana pola pemerintahan yang di terapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya.
Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara politis, para kholifah benar-benar tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat ilmu pengetahuan dalamIslam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat. Selanjutnya digantikan oleh Abu Ja’far al-Mansur, yang keras menghadapi lawannya terutama dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi’ah yang merasa dikucilkan dari kekuasaan. Untuk mengamankan kekuasaannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu persatu disingkirkannya.
B. Rumusan Masalah
1. Siapakah Abu Ja’far al-Mansur?
2. Bagaimana sistem pemerintahan pada masa al-Mansur?
3. Apa saja kebijakan-kebijakan yang dilakukan Abu Ja’far dalam masa pemerintahannya?
II. PEMBAHASAN
A. Riwayat Abu Ja’far al-Mansur
Abu Ja’far dilahirkan di kota Humayyah (Hamimah) Yordaniyah 101 H/712 M, merupakan khalifah kedua Bani Abbasiyah. Ibu beliau bernama Salamah al-Barbariyah, wanita dari suku Barbar. Dan ayahnya bernama Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib.[1] Abu Ja’far selalu mendapat anugrah kemenangan dalam setiap peperangan melawan Bani Umayyah dan kerusuhan-kerusuhan kaum pemberontak di dalam negri dan dalam menekan imperium Bizantium. Oleh karena itu ia diberi gelar “al-Mansur” (orang yang mendapat pertolongan Allah).
Sebutan al-Mansur sendiri adalah gelar takhta yang ditambahkan kepada nama aslinya. Gelar takhta itu ternyata lebih populer dan mudah dikenal daripada nama aslinya, ini menjadi semacam tradisi dalam kholifahan Dinasti Abbasiyah, seperti as-Saffah untuk Abu Abbas, al-Rasyid untuk Harun, al-Imam, al-Makmun, dll.
Al-Mansur memiliki kepribadian kuat, tegas, berani, cerdas, dan memiliki pemikiran cemerlang. Dalam usia 36 tahun, ia telah menjadi kholifah menggantikan kedudukan Abu Abbas as-Saffah yang telah wafat. Di usia yang begitu muda, ia tampil ke depan menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah melanda kekuasaannya. Keberhasilannya dalam mengatasi persoalan-persoalan dalam negeri Dinasti Abbasiyah, membawa harum Bani Abbas dan memperkuat dasar pemerintahan Dinasti Abbasiyah.
Selain itu, al-Mansur juga dikenal sebagai seorang khalifah yang agung, tegas, bijaksana, alim, berpikiran maju, pemerintahannya rapi, disegani, dan seorang pemberani. Keberaniannya ini diperlihatkan dengan kemampuannya mengatasi pemberontak-pemberontak yang terjadi, diantaranya adalah pemberontakan yang dilakukan oleh pamannya, yaitu Abdullah bin Ali.
Khalifah Abu Ja’far al-Mansur juga dikatakan sebagai bapak pembangunan daulah Bani Abbasiyah, karena beliaulah sebenarnya untuk pertama kali yang membuat dan mengatur politik pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah. Jalur-jalur administrasi pemerintah mulai dari pusat sampai daerah-daerah ditata dengan baik antara kepala qadhi, kepala jawatan pajak, kepala polisi rahasia, dan kepala jawatan pos. Dengan demikian, maka pemerintahan pada masa kholifah Abu Ja’far al-Mansur menjadi tertib dan lancar, sehingga pemerintahannya menjadi kokoh, maju, dan berhasil membawa umat Islam ke masa kejayaan.
Abu Ja’far al-Mansur sangat besar jasanya dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam. Beliau adalah seorang yang cinta ilmu pengetahuan. Melalui kekuasaan dan hartanya, dia memberikan dorongan dan kesempatan yang luas bagi para cendekiawan untuk mengembangkan riset ilmu pengetahuan. Buku-buku yang dihasilkan oleh bangsa Romawi yang telah dilupakan, diperintahkan untuk dikumpulkan kembali, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Ilmu falak dan ilmu filsafat mulai digali dan dikembangkan di pemerintahannya.
Abu Ja’far al-Mansur menjabat sebagai kholifah selama 22 tahun (136-158 H/754-775 M). dan beliau wafat dalam perjalanan ketika hendak menunaikan ibadah haji di Bir Maimun (Makkah) pada usia 63 tahun, jenazah beliau dibawa dan dikebumikan di Baghdad.[2]
B. Sistem Pemerintahan Pada Masa al-Mansur
Sebelum Abu al-Abbas as-Saffah meninggal, ia sudah mewasiatkan siapa bakal menjadi penggantinya, yakni saudaranya, Abu Ja’far, kemudian Isa ibn Musa, keponakannya. As-Saffah digantikan oleh saudaranya, Abu Ja’far, yang memperoleh gelar Al-Manshur (pemenang). Menurut Hitti, dia ternyata “salah seorang Abbasiyah yang paling berhasil meskipun paling jahat”. Meskipun As-Saffah merupakan penguasa pertama dari bani Abbas, Abu Ja’far harus diangkat sebagai pendiri dinasti itu yang sebenarnya.[3] Sistem pengumuman putra mahkota ini meniru cara Umayyah, bukan mencontoh khulafaurrasyidin yang mendasarkan pemilihan kholifah pada musyawarah dari rakyat.
Di zaman al-Mansur berawal masa kejayaan dan masa perkembangan ilmu pengetahuan, yang oleh karenanya Daulah Abbasiyah mencapai zaman keemasannya di belakang hari. Di zaman al-Mansur pula berkembang pengaruh Persia secara jelas, sehingga khalifah-khalifah Bani Abbas meniru umat Persia tentang adat istiadat istana bahkan sampai kepada nizam siasat yang terpakai di masa pemerintahan Kisra-kisra Persia. Ada suatu hal yang baru lagi bagi para khalifah Abbasiyah, ialah pemakaian gelar. Abu Ja’far misalnya memakai gelar al-Mansur. Hal tersebut dapat ditelusuri dari lokasi dimana Abbasiyah berkuasa yang bertumpu pada bekas kekuasaan Persia, sehingga model Persia dijadikan acuan bagi pemerintahannya. Antara lain ialah dengan mengatakan bahwa seorang penguasa adalah wakil Tuhan di bumi, tuhan telah memilih mereka sebagai orang kepercayaan-Nya untuk memerintah. Sedangkan menurut Joesoef Sou’yf disebabkan Abu Ja’far senantiasa menang di dalam peperangan baik memadamkan kerusuhan maupun dalam menghadapi serangan imperum Byzantium, maka ia pun digelari al-Mansur yang berarti memperoleh pertolongan dari Allah.
Pada masa al-Mansur pengertian khalifah kembali berubah. Dia berkata “Innama ana Sulthan Allah fi Ardhihi (Sesungguhnya saya adalah kekuasaan Tuhan di buminya).” Dengan demikian konsep khalifah dalam pandangannya dan berlanjut ke generasi selanjutnya yang merupakan mandate dari Allah, bukan dari manusia, bukan pula sekedar pelanjut nabi sebagaimana pada masa khulafaurrasyidin. Hal ini merupakan pengaruh Persia yang menetapkan bahwa raja adalah wakil Tuhan, karena itu dia berhak memerintah, dan rakyat hendaklah setia dan patuh kepadanya.[4]
Setelah diangkat menjadi khalifah, Abu Ja’far al-Mansur segera membuat beberapa perombakan dalam bidang pemerintahan. Dia mulai menerapkan sistem baru. Dia mengangkat seorang wazir yang bertugas sebagai seorang koordinator antar departemen yang ada. Jabatan wazir ini hamper mirip dengan perdana menteri.
Selain itu, Abu Ja’far juga mulai menerapkan tradisi prokoler. Tradisi protokoler ini mirip dengan lembaga sekretariat negara. Lembaga ini bertugas mengatur jadwal pertemuan dengan khalifah. Para tamu yang mau bertemu dengan khalifah harus terlebih dahulu melapor dan menjelaskan keperluannya. Dengan adanya tradisi protokoler ini, para tamu, tidak mudah bertemu dengan khalifah.[5]
Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750-754 M. selanjutnya digantikan oleh Abu Ja’far al-Mansur (754-775 M), yang keras menghadapi lawan-lawannya terutama dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi’ah. Untuk memperkuat kekuasannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu persatu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syiria dan Mesir dibunuh karena tidak bersedia membaiatnya, al-Mansur memerintahkan Abu Muslim al-Khurasani melakukannya, dan kemudian menghukum mati Abu Muslim al-Khurasani, karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya.[6]
Abu muslim sendiri merupakan seorang yang setia kepada kahlifah dan berpengaruh besar. Ketika as-saffah masih hidup, Abu Muslim selalu dimintai pendapatnya dalam urusan negara, sebelum meminta kepada yang lain termasuk al-Mansur. Dikarenakan kekhawatiran akan menjadi pesaing baginya, maka Abu Muslim al-Khurasani dihukum mati pada tahun 755 M. Selanjutnya Abu Ja’far juga menyingkirkan keturunan Ali ibn Abi Thalib yang pengikutnya banyak, terutama di wilayah berdirinya kekuasaan Bani Abbas. Mereka ditakutkan menuntut hak untuk kepemimpinan umat dari golongannya yang selama ini ikut berjuang mendirikan kekuasaan.[7]
Selain kedua rival itu, pemimpin kharismatik sekte Syi’ah, Muhammad ibn Abdullah ibn Hasan ibn Ali, yang terkenal dengan sebutan Imam Nafs al Zakiyah telah bersumpah setia, kepadanya sebagai imam dan akan diangkat sebagai khalifah setelah runtuhnya Bani Umayyah. Rakyat Hijaz dan Yaman mengakuinya sebagai khalifah, mereka termasuk Imam Abu Hanifah dan Imam Malik menyatakan “Nafs al-Zakiyah sebagai khalifah yang sah”. Akan tetapi, justru dibunuh oleh Mansur. Demikian pula nasib saudaranya, Ibrahim juga telah dibunuh Mansur, dimana kedua saudara yang dihormati banyak orang baik kalangan Syi’ah maupun bukan Syi’ah.[8]
C. Kebijakan-Kebijakan Abu Ja’far al-Mansur Dalam Masa Pemerintahannya
Sebagai khalifah Dinasti Abbas yang tergolong awal, Abu Ja’far berfikir dan berjuang keras guna secepat mungkin menciptakan kemajuan-kemajuan di berbagai bidang kebudayaan. Diantara usaha-usaha untuk menciptakan kemajuan Dinasti Abbasiyah adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Abu Ja’far al-Mansur dikenal sebagai khalifah yang mencintai ilmu. Hal ini dapat dilihat dari usaha beliau dalam memajukan ilmu melalui hal-hal sebagai berikut:
a. Menyalin buku-buku ilmu pengetahuan yang berbahasa Yunani, Sanskerta, Persia, dan Suryani ke dalam bahasa Arab.
b. Menyusun buku-buku yang beraitan dengan agama Islam, seperti ilmu tafsir, ilmu hadist yang telah diseleksi, nahwu, sharaf, balaghah, dan sebagainya.
c. Mendatangkan kaum cendekiawan dari berbagai negara untuk mengembangkan dan mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan umum seperti kedokteran, ilmu falak, ilmu astronomi, dan lain-lain.
Pada masa Abu Ja’far juga telah dilakukan penyusunan dan penyaringan ilmu hadist. Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi pemalsuan terhadap perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi Muhammad saw. (Hadist Nabi).
2. Pengaturan dan Penertiban Pemerintahan
Sebagai usaha untuk memperkokoh kedudukan dan kekuasaan Daulah Bani Abbasiyah serta memajukan negerinya, Khalifah Abu Ja’far al-Mansur, melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menyusun dan menertiban administrasi pemerintahan.
b. Menjalin kerjasama antarsektor aparat negara, seperti kerjasama antar qadhi dengan kepala polisi rahasia, dengan kepala jawatan perhubungan, kepala jawatan pos, kepala pajak, kepala pendapatan negara, dan sebagainya.
c. Memberikan tugas dan tanggung jawab kepada semua aparat, baik di pusat maupun di daerah-daerah.
3. Peningkatan Ekonomi Sosial
Untuk usaha peningkatan ekonomi masyarakat dilakukan dengan mendirikan dan membangun kota baru, yang semula yaitu “Madinah as-Salam” (kota perdamaian) menjadi Baghdad (nama Persia) yang berarti pemberian Allah. Kota Baghdad menjadi ibu kota Dinati Abbasiyah yang indah dan megah sehingga menjadi pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, sosial budaya, politik, dan menjadi kota internasional.
Di samping itu, Abu Ja’far juga membangun kanal-kanal, irigasi untuk mengembangkan pertanian di berbagai wilayah.[9]
4. Bidang Politik
Pada masa khalifah al-Mansur dalam bidang politik, negara cukup stabil dan maju, setelah ia memadamkan api pemberontakan. Di Afrika Utara Berber dan Khawarij yang semula ikut barisan berdirinya Abbasiyah untuk menggulingkan Umayyah karena mereka berpaham demokratis dan menganggap khalifah tidak hanya harus dari golongan tertentu (Quraisyi) akan tetapi boleh saja dari suku dan bangsa manapun asal memenuhi syarat, akhirnya kecewa terhadap sikap Mansur yang telah menyingkirkan satu persatu tokoh-tokoh yang berjasa guna menumbangkan Dinasti Umayyah untuk mendirikan Dinasti Abbasiyah. Pada akhirnya, menarik dukungan dan mengganggu kestabilan politik Dinasti Abbasiyah. Mereka juga kecewa dengan sikap Abbasiyah terhadap mereka yang berat sebelah dengan orang Persia. Pemberontakan baik Berber atau Khawarij di bawah panglima merangkap amir, Yazid ibn Hasan al-Muhallab yang berhasil menguasai Qayrawan, sebagai pusat politik Islam di Afrika Utara.[10]
Dalam upaya pembinaan politik luar negeri, Khalifah Abu Ja’far mengadakan serangan dan penaklukan kota-kota yang dikuasai oleh raja Bizantium Kaisar Komstantin V. tempat tersebut misalnya benteng Malaka, wilayah Coppadosia, dan juga merebut kembali Sisilia. Penaklukan direncanakan terus ke utara sampai selat Borporus. Akan tetapi, Kaisar Komstantin V meminta gencatan selama tujuh tahu yang disebut dengan perjanjian damai “Seven Years Truce” (758-765 M).[11]
III. KESIMPULAN
Dari penjelasan mengenai kebudayaan Islam di masa al-Mansur dapat disimpulkan bahwa:
a. Abu Ja’far dilahirkan di kota Humayyah Yordania. Ibu beliau bernama Salamah dan ayahnya bernama Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib.
b. Di zaman al-Mansur berawal masa kejayaan dan masa perkembangan ilmu ppengetahuan yang oleh karenanya Daulat Abbasiyah mencapai zaman keemasannya di belakang hari. Di zaman al-Mansur berkembang pula pengaruh Persia secara jelas, sehingga khalifah-khalifah bani Abbas meniru adat istiadat istana bahkan sampai kepada nizam siasat yang terpakai di masa pemerintahan Kisra-kisra Persia.
c. Kebijakan-kebijakan al-Mansur dalam masa pemerintahannya.
Diantara usaha-usaha untuk menciptakan kemajuan Dinasti Abbasiyah adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan Ilmu Pengetahuan
2. Pengaturan dan Penertiban Pemerintahan
3. Peningkatan Ekonomi Sosial
4. Bidang Politik
IV. PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami susun, kami sadar bahwa masih banyak kesalahan dan kekurangan baik dalam penyusunan maupun penyampaian dalam makalah ini, maka dari itu kritik dan saran sangat kami harapkan guna memperbaiki penyusunan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Arung Jeram ( Rafting )
1. Pendahuluan
Arung Jeram (rafting) adalah kegiatan outdoor yang menantang menggunakan rakit tiup untuk menelusuri sungai atau badanatau air lainnya. Jadi, arung jeram atau rafting adalah olah raga yang menuntut keterampilan.Untuk itu kegiatan arung jeram (rafting) sangat membutuhkan waktu untuk berkembang. Perkembangan arung jeram (rafting)ke arah mencapai kemampuan yang prima, hanya mungkin apabila mau mempelajari sifat-sifat sungai, serta bersedia melatih diri di tempat itu. Kecuali perlu mengembangkan pengetahuan mengenai sifat-sifat sungai lokasi arung jeram (rafting), wajib pula berlatih berdayung, berkayuh di sungai lokasi arung jeram atau rafting. Implikasinya butuh mengembangkan kemampuan fisik, agar selalu mencapai kondisi seoptimal mungkin dalam melakukakan kegiatan arung jeram .yang patut diingat dalam arung jeram (rafting), adalah berlatih cara-cara menghadapi keadaan darurat di sungai. Hal ini penting untuk melatih kesiapan, kemampuan dan kepercayaan diri, apabila memang harus menghadapinya ketika sedang melakukan arung jeram (rafting).
Arung jeram termasuk salah satu kegiatan alam terbuka yang baru, dibandingkan dengan mendaki gunung ataupun olahraga-olahraga alam terbuka lainnya Saat musim hujan seperti saat ini, olahraga arung jeram memang asyik mengingat air sungai pasti sedang deras-derasnya. Tidak banyak catatan yang dapat dibuka untuk mengetahui asal mula olah raga ini. Yang pasti olah raga ini dimulai di Amerika Serikat, setelah perang dunia II. Ketika beberapa orang enterpreneur menyusuri sungai Colorado dengan perahu jenis Pontoon sisa perang dunia. Kemudian perkembangannya menjadi pesat di tahun 60-an ketika teknologi rancangan dan bahan untuk membuat perahu seperti yang kita kenal sekarang ini mulai berkembang.
2. Pembahasan
1) Sejarah Arung Jeram
Arung jeram telah dilakukan manusia sejak dulu,zaman dahulu kegiatan arung jeram masih menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan digunakan sebagai alat transportasi di sungai dan dilaut.menurut sejarah Suku Indian di Canada telah memulai perkembangannnya. Lalu orang-orang Carib Indian mengembangkannya dan menamakan Progue. Perahu ini dibuat dari tempelan papan kayu oleh orang Indian Amerika Utara. Sedangkan orang Eskimo menciptakan Skin Corveal Craft, yaitu perahu yang dilapisi kulit binatang yang tidak tembus air.Pada abad 19 seorang boyscout bernama Mc greegor membuat kendaraan air ini untuk rekreasi dan olag raga air. Seiring dengan perkembangan zaman, maka meterial perahu pun berkembang dan mulai beralih ke plastik, alumunium, fibberglass,dan karet .
setelah Perang Dunia II selesai, perahu bekas Angkatan Laut Amerika mulai digunakan oleh para petualang untuk mengarungi sungai. Arung jeram ini dilakukan dengan perahu bulat yang disebut dengan Basket Boat, karena bentuknya mirip keranjang.
Di tahun 1950, kegiatan ini mulai banyak digemari. Maka mulailah diproduksi perahu khusus untuk arung jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya, Pada tahun 1983 mulai muncul sebuah perhau yang dapat mengeluarkan air sendiri dari dalam perahu dengan nama Self Bailer yang diproduksi oleh Jim Cassady. Selain jenis ini dikembangkan pula perhu jenis Kataraf. Perahu ini dikembangkan oleh para Geologi Rusia. Desain perahu ini diadopsi dari perahu Katamaran yang digunakan di Laut. Seiring dengan perkembangan zaman dan kreatifitas manusia di alam ini, mulailah bermunculan sarana-srana baru untuk kegiatan berarung jeram seperti, kayak,canoe, board, dan lain sebagainya.
Arung Jeram di Indonesia Mulai marak pada saat diselenggrakannya Lomba Arung sungai Citarum I yang diadakan oleh kelompok pendaki gunung dan penempuh rimba Wanadri, Bandung.Momen tersebut boleh dikatakan sebagai titik tolak perkembangan Olah Raga Arus Deras/ Arung Jeram di Indonesia. Para aktivis kegiatan ini sebagian besar kelompok-kelompok pencinta Alam seperti GPA, Wanadri dan Mapala UI yang kemudian mengadakan serangkaian kegiatan ekspedisi.Tanpa disadari, walaupun tidak terlalu pesat Olah Raga Arus Deras mulai berkembang, pada tahun 1987 GPA pun melaksanakan ekspedisi sungai Alas di Aceh sebagai bentuk eksisitensi di dunia Arus Deras atau pun penyusuran sungai.Pada tanggal 29 Maret 1996 berdiri Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang dibsidani oleh 30 klub arung jeram.
2) Peralatan dalam arung jeram
1. Perahu Karet
Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a) Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang-lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember/gayung untuk membuang air.
b) Self Bailing Floor
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.
2. Dayung
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan.
3. Pelampung
pelampung berguna untuk mengapungkan tubuh,dan pelindung tubuh dari benda keras.
4. Helmet/Helm
Berguna untuk pengaman kepala supaya tidak terbentur dengan benda keras.
5. Pompa
Digunakan untuk memompa perahu dalam rafting.
6. Peluit
Digunakan untuk melakukan komunikasi di jeram sangat sulit, suara jeram sangat keras. Untuk mengatasinya diperlukan peluit dibantu aba-aba dengan tangan atau dayung.
7. Tali lempar
Tali ini digunakan pada saat darurat,seperti rescue
8. Tali untuk membalikan perahu (Flip Line)
Biasanya dikaitkan disamping perahu. Apabila perahu terbalik maka tali ini dapat digunakan untuk membalikan perahu ke posisi semula.
9. Perlengkapan P3K
Kemungkinan cedera ringan sampai yang terberat harus kita perhitungkan. Obat-obatan dan perlengkapan yang dibawa harus di sesuaikan dengan medan yang akan diarungi, cuaca pada waktu itu dan lain-lain.
10. Carabiner
Berguna untuk menggantungkan barang-barang, berguna untuk alat rescue dan banyak lagi lainnya.
11. Dry Bag
Dry bag digunakan untuk menyimpan/membawa barang-barang yang tidak tahan air seperti makanan, medical kit, dan lain-lain.
12. Alas kaki
Disa berupa sepatu dan sandal,sebaikya di anjurkan menggunakan alas kaki yang khusus rafting,gunanya untuk melindungi kaki dari benda keras atau bebatuan dan barang-barang lain di sungai.
3) Teknik dasar arung jeram
A. Bagian dayung
Ada 3 bagian dayung yaitu T Grip (pegangan berbentuk Huruf T), batang, dan Blade. Cara memegang dayung jika anda duduk di sisi kiri prahu, genggam T grip dengan tangan kanan anda dengan cara meletakkan keempat jari diatas bagian horisontal dan ibu jari di bagian bawahnya. Kemudian tangan kiri memegang bagian batang tepat di tengah-tengahnya. Teknik ini berfunsi untuk memaksimalkan power dan menjaga keamanan ketika mendayung agar controling dayungan lebih baik.
B. Cara duduk diperahu:
a) Cowboys Style
Posisi mendayung ini dilakukan dengan cara duduk ditabung perahu dan posisi kaki direnggangkan untuk menjepit tabung yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh diperahu. Kelemahan duduk di posisi ini adalah kaki yang ada diluar perahu bisa berakibat fatal karena sebagian anggota tubuh kita berada diluar yang bisa terbentur dengan stopper ataupun tebing yang ada disekitar sungai tersebut. Maka dari itu cowboy style biasanya diperagakan hanya pada arus yang tenang.
b) Ladies style
Posisi ini digunakan dimana kedua kaki berada didalam perahu dan biasanya ujung kaki diselipkan pada tempat yang telah disediakan. Posisi itu sangat nyaman karena jauh dari benruran batu atau tebing.
C. Teknik Dayung
Ada beberapa teknik dayungan yang masing-masing kegunaannya berbeda beda:
a) teknik Oar
Dalam teknik ini pendayung haya satu orang dengan menggunakan dayung tipe oar yang digunakan berpasangan. Cara ini sangat efisien dalam penggunaan tenaga pendayung, bila dibandingkan dengan teknik paddle.
b) Tekik Paddle
Teknik ini dilakukan oleh tiga orang atau lebih tergantung dari kapasitas perahu yang akan digunakan dalam berarung jeram.
D. Cara mendayung:
a) Dayung Maju Yaitu ayun atau dorong dayung ke depan, kemudian masukkan blade ke air (hingga 1/2 dari blade masuk) kemudian tarik kebelakang. Hendaknya ketika mengayunkan blade ke depan posisi tangan juga lurus kedepan dan saat menarik gunakan otot pinggang saat menariknya. Dayung maju ini berfungsi untuk menambah kecepatan laju prahu.
b) Dayung Mundur : Dayung mundur ini kebalikan dari dayung maju, yaitu tarik dayung kebelakang diatas permukaan air kemudian masukkan blade kedalam air dan dorong kedepan hingga tangan lurus ke depan. Dayung mundur inti berfungsi untuk menahan laju prahu atau berjalan mundur jika dibutuhkan.
c) Dayung Tarik : Dayung tarik ini ada 2 macam yaitu "Kanan Tarik" dan "Kiri Tarik". Kanan Tarik yaitu awak prahu yang duduk di sisi kanan prahu melakukan dayungan kearah prahu. Caranya raihlah jangkauan dayungan ke arah luar prahu sejauh mungkin,arahkan blade ke arah sisi prahu. Masukan blade ke air dan tarikalah ke arah prahu. Dayungan kanan tarik ini berfungsi untuk memberikan efek prahu bergeser ke kanan atau menahan prahu agar tdak terbawa arus ke kiri. Kiri Tarik kebalikan dari kanan tarik dengan cara awak prahu yang ada diseblah kiri melakukan cara yang sama seperti kanan tarik. Dayungan kiri tarik ini berfungsi untuk memberikan efek prahu bergeser kekiri atau menahan prahu agar tidak terbawa arus kearah kanan.
a) Dayung Menyamping (Pry Stroke)
Biasanya dilakukan oleh skiper atau pengemudi yang duduk diburitan perahu. Gerakan yang dilakukan merupakan kebalikan dari dayung tarik, dapat sebagai pelengkap mengendalikan perahu. Dayung Pry Stroke dibagi menjadi dua :
1. C Stroke
Dayung ini digunakan untuk membelokan perahu dengan cepat, caranya dayung digerakan membentuk huruf “ C” baik dari depan ke belakang ataupun sebaliknya.
2. J Stroke
Caranya dayung digerakan membentuk huruf “J” dari depan ke belakang. Biasanya digunakan untuk mempertahankan kemiringan.
3. Scaling
Digunakan dalam mempertahankan kemiringan sudut arah perahu dan juga bila memasuki jeram. Sangat efektif untuk mengemudikan perahu tanpa bantuan awak perahu lainnya. Caranya dengan mengkombinasikan beberapa dayungan atau semua dayungan tersebut diatas.
4. Kesimpulan
Ø Zaman dahulu perahu rafting awal mulanya menggunakan batang-batang kayu dan dirakit.dan menurut sejarah yang mempopulerkan adalah suku indian (canada)
Ø Arung Jeram di Indonesia Mulai marak pada saat diselenggrakannya Lomba Arung sungai Citarum I.
Ø Banyak peralatan yang digunakan dalam arung jeram.
Ø Cowboys Style :Posisi mendayung ini dilakukan dengan cara duduk ditabung perahu dan posisi kaki direnggangkan untuk menjepit tabung yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh diperahu.
Ø Ladies style :Posisi ini digunakan dimana kedua kaki berada didalam perahu dan biasanya ujung kaki diselipkan pada tempat yang telah disediakan. Posisi itu sangat nyaman karena jauh dari benruran batu atau tebing.
Ø teknik Oar ; Dalam teknik ini pendayung hanya satu orang dengan menggunakan dayung tipe oar yang digunakan berpasangan.
Ø Tekik Paddle :Teknik ini dilakukan oleh tiga orang atau lebih tergantung dari kapasitas perahu yang akan digunakan dalam berarung jeram.
5. Penutup
Alhamdulillah dikjut rafting telah dilaksanakan.dan demikian pembuatan makalah rafting ini.dan saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini,maka kritik dan saran dari anda sangat berarti untuk kemajuan saya khususnya dan mawapala pada umumnya.
Daftar Pustaka
1. Mawapala IAIN Walisongo semarang,Rafting Muktamar dan Kenal Medan,Semarang, April 2008.
2. Rohman,Habibi,Makalah dan LPJ DIKJUT RAFTING,Mawapala,2009
3. Diktat Mawapala
4. http:// arung jeram olahraga.blogspot.com
5. http://.ANAK MANUSIA SEJARAH ARUNG JERAMblogspot.com
6. Artikel FAJI
Arung Jeram (rafting) adalah kegiatan outdoor yang menantang menggunakan rakit tiup untuk menelusuri sungai atau badanatau air lainnya. Jadi, arung jeram atau rafting adalah olah raga yang menuntut keterampilan.Untuk itu kegiatan arung jeram (rafting) sangat membutuhkan waktu untuk berkembang. Perkembangan arung jeram (rafting)ke arah mencapai kemampuan yang prima, hanya mungkin apabila mau mempelajari sifat-sifat sungai, serta bersedia melatih diri di tempat itu. Kecuali perlu mengembangkan pengetahuan mengenai sifat-sifat sungai lokasi arung jeram (rafting), wajib pula berlatih berdayung, berkayuh di sungai lokasi arung jeram atau rafting. Implikasinya butuh mengembangkan kemampuan fisik, agar selalu mencapai kondisi seoptimal mungkin dalam melakukakan kegiatan arung jeram .yang patut diingat dalam arung jeram (rafting), adalah berlatih cara-cara menghadapi keadaan darurat di sungai. Hal ini penting untuk melatih kesiapan, kemampuan dan kepercayaan diri, apabila memang harus menghadapinya ketika sedang melakukan arung jeram (rafting).
Arung jeram termasuk salah satu kegiatan alam terbuka yang baru, dibandingkan dengan mendaki gunung ataupun olahraga-olahraga alam terbuka lainnya Saat musim hujan seperti saat ini, olahraga arung jeram memang asyik mengingat air sungai pasti sedang deras-derasnya. Tidak banyak catatan yang dapat dibuka untuk mengetahui asal mula olah raga ini. Yang pasti olah raga ini dimulai di Amerika Serikat, setelah perang dunia II. Ketika beberapa orang enterpreneur menyusuri sungai Colorado dengan perahu jenis Pontoon sisa perang dunia. Kemudian perkembangannya menjadi pesat di tahun 60-an ketika teknologi rancangan dan bahan untuk membuat perahu seperti yang kita kenal sekarang ini mulai berkembang.
2. Pembahasan
1) Sejarah Arung Jeram
Arung jeram telah dilakukan manusia sejak dulu,zaman dahulu kegiatan arung jeram masih menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan digunakan sebagai alat transportasi di sungai dan dilaut.menurut sejarah Suku Indian di Canada telah memulai perkembangannnya. Lalu orang-orang Carib Indian mengembangkannya dan menamakan Progue. Perahu ini dibuat dari tempelan papan kayu oleh orang Indian Amerika Utara. Sedangkan orang Eskimo menciptakan Skin Corveal Craft, yaitu perahu yang dilapisi kulit binatang yang tidak tembus air.Pada abad 19 seorang boyscout bernama Mc greegor membuat kendaraan air ini untuk rekreasi dan olag raga air. Seiring dengan perkembangan zaman, maka meterial perahu pun berkembang dan mulai beralih ke plastik, alumunium, fibberglass,dan karet .
setelah Perang Dunia II selesai, perahu bekas Angkatan Laut Amerika mulai digunakan oleh para petualang untuk mengarungi sungai. Arung jeram ini dilakukan dengan perahu bulat yang disebut dengan Basket Boat, karena bentuknya mirip keranjang.
Di tahun 1950, kegiatan ini mulai banyak digemari. Maka mulailah diproduksi perahu khusus untuk arung jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya, Pada tahun 1983 mulai muncul sebuah perhau yang dapat mengeluarkan air sendiri dari dalam perahu dengan nama Self Bailer yang diproduksi oleh Jim Cassady. Selain jenis ini dikembangkan pula perhu jenis Kataraf. Perahu ini dikembangkan oleh para Geologi Rusia. Desain perahu ini diadopsi dari perahu Katamaran yang digunakan di Laut. Seiring dengan perkembangan zaman dan kreatifitas manusia di alam ini, mulailah bermunculan sarana-srana baru untuk kegiatan berarung jeram seperti, kayak,canoe, board, dan lain sebagainya.
Arung Jeram di Indonesia Mulai marak pada saat diselenggrakannya Lomba Arung sungai Citarum I yang diadakan oleh kelompok pendaki gunung dan penempuh rimba Wanadri, Bandung.Momen tersebut boleh dikatakan sebagai titik tolak perkembangan Olah Raga Arus Deras/ Arung Jeram di Indonesia. Para aktivis kegiatan ini sebagian besar kelompok-kelompok pencinta Alam seperti GPA, Wanadri dan Mapala UI yang kemudian mengadakan serangkaian kegiatan ekspedisi.Tanpa disadari, walaupun tidak terlalu pesat Olah Raga Arus Deras mulai berkembang, pada tahun 1987 GPA pun melaksanakan ekspedisi sungai Alas di Aceh sebagai bentuk eksisitensi di dunia Arus Deras atau pun penyusuran sungai.Pada tanggal 29 Maret 1996 berdiri Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang dibsidani oleh 30 klub arung jeram.
2) Peralatan dalam arung jeram
1. Perahu Karet
Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a) Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang-lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember/gayung untuk membuang air.
b) Self Bailing Floor
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.
2. Dayung
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan.
3. Pelampung
pelampung berguna untuk mengapungkan tubuh,dan pelindung tubuh dari benda keras.
4. Helmet/Helm
Berguna untuk pengaman kepala supaya tidak terbentur dengan benda keras.
5. Pompa
Digunakan untuk memompa perahu dalam rafting.
6. Peluit
Digunakan untuk melakukan komunikasi di jeram sangat sulit, suara jeram sangat keras. Untuk mengatasinya diperlukan peluit dibantu aba-aba dengan tangan atau dayung.
7. Tali lempar
Tali ini digunakan pada saat darurat,seperti rescue
8. Tali untuk membalikan perahu (Flip Line)
Biasanya dikaitkan disamping perahu. Apabila perahu terbalik maka tali ini dapat digunakan untuk membalikan perahu ke posisi semula.
9. Perlengkapan P3K
Kemungkinan cedera ringan sampai yang terberat harus kita perhitungkan. Obat-obatan dan perlengkapan yang dibawa harus di sesuaikan dengan medan yang akan diarungi, cuaca pada waktu itu dan lain-lain.
10. Carabiner
Berguna untuk menggantungkan barang-barang, berguna untuk alat rescue dan banyak lagi lainnya.
11. Dry Bag
Dry bag digunakan untuk menyimpan/membawa barang-barang yang tidak tahan air seperti makanan, medical kit, dan lain-lain.
12. Alas kaki
Disa berupa sepatu dan sandal,sebaikya di anjurkan menggunakan alas kaki yang khusus rafting,gunanya untuk melindungi kaki dari benda keras atau bebatuan dan barang-barang lain di sungai.
3) Teknik dasar arung jeram
A. Bagian dayung
Ada 3 bagian dayung yaitu T Grip (pegangan berbentuk Huruf T), batang, dan Blade. Cara memegang dayung jika anda duduk di sisi kiri prahu, genggam T grip dengan tangan kanan anda dengan cara meletakkan keempat jari diatas bagian horisontal dan ibu jari di bagian bawahnya. Kemudian tangan kiri memegang bagian batang tepat di tengah-tengahnya. Teknik ini berfunsi untuk memaksimalkan power dan menjaga keamanan ketika mendayung agar controling dayungan lebih baik.
B. Cara duduk diperahu:
a) Cowboys Style
Posisi mendayung ini dilakukan dengan cara duduk ditabung perahu dan posisi kaki direnggangkan untuk menjepit tabung yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh diperahu. Kelemahan duduk di posisi ini adalah kaki yang ada diluar perahu bisa berakibat fatal karena sebagian anggota tubuh kita berada diluar yang bisa terbentur dengan stopper ataupun tebing yang ada disekitar sungai tersebut. Maka dari itu cowboy style biasanya diperagakan hanya pada arus yang tenang.
b) Ladies style
Posisi ini digunakan dimana kedua kaki berada didalam perahu dan biasanya ujung kaki diselipkan pada tempat yang telah disediakan. Posisi itu sangat nyaman karena jauh dari benruran batu atau tebing.
C. Teknik Dayung
Ada beberapa teknik dayungan yang masing-masing kegunaannya berbeda beda:
a) teknik Oar
Dalam teknik ini pendayung haya satu orang dengan menggunakan dayung tipe oar yang digunakan berpasangan. Cara ini sangat efisien dalam penggunaan tenaga pendayung, bila dibandingkan dengan teknik paddle.
b) Tekik Paddle
Teknik ini dilakukan oleh tiga orang atau lebih tergantung dari kapasitas perahu yang akan digunakan dalam berarung jeram.
D. Cara mendayung:
a) Dayung Maju Yaitu ayun atau dorong dayung ke depan, kemudian masukkan blade ke air (hingga 1/2 dari blade masuk) kemudian tarik kebelakang. Hendaknya ketika mengayunkan blade ke depan posisi tangan juga lurus kedepan dan saat menarik gunakan otot pinggang saat menariknya. Dayung maju ini berfungsi untuk menambah kecepatan laju prahu.
b) Dayung Mundur : Dayung mundur ini kebalikan dari dayung maju, yaitu tarik dayung kebelakang diatas permukaan air kemudian masukkan blade kedalam air dan dorong kedepan hingga tangan lurus ke depan. Dayung mundur inti berfungsi untuk menahan laju prahu atau berjalan mundur jika dibutuhkan.
c) Dayung Tarik : Dayung tarik ini ada 2 macam yaitu "Kanan Tarik" dan "Kiri Tarik". Kanan Tarik yaitu awak prahu yang duduk di sisi kanan prahu melakukan dayungan kearah prahu. Caranya raihlah jangkauan dayungan ke arah luar prahu sejauh mungkin,arahkan blade ke arah sisi prahu. Masukan blade ke air dan tarikalah ke arah prahu. Dayungan kanan tarik ini berfungsi untuk memberikan efek prahu bergeser ke kanan atau menahan prahu agar tdak terbawa arus ke kiri. Kiri Tarik kebalikan dari kanan tarik dengan cara awak prahu yang ada diseblah kiri melakukan cara yang sama seperti kanan tarik. Dayungan kiri tarik ini berfungsi untuk memberikan efek prahu bergeser kekiri atau menahan prahu agar tidak terbawa arus kearah kanan.
a) Dayung Menyamping (Pry Stroke)
Biasanya dilakukan oleh skiper atau pengemudi yang duduk diburitan perahu. Gerakan yang dilakukan merupakan kebalikan dari dayung tarik, dapat sebagai pelengkap mengendalikan perahu. Dayung Pry Stroke dibagi menjadi dua :
1. C Stroke
Dayung ini digunakan untuk membelokan perahu dengan cepat, caranya dayung digerakan membentuk huruf “ C” baik dari depan ke belakang ataupun sebaliknya.
2. J Stroke
Caranya dayung digerakan membentuk huruf “J” dari depan ke belakang. Biasanya digunakan untuk mempertahankan kemiringan.
3. Scaling
Digunakan dalam mempertahankan kemiringan sudut arah perahu dan juga bila memasuki jeram. Sangat efektif untuk mengemudikan perahu tanpa bantuan awak perahu lainnya. Caranya dengan mengkombinasikan beberapa dayungan atau semua dayungan tersebut diatas.
4. Kesimpulan
Ø Zaman dahulu perahu rafting awal mulanya menggunakan batang-batang kayu dan dirakit.dan menurut sejarah yang mempopulerkan adalah suku indian (canada)
Ø Arung Jeram di Indonesia Mulai marak pada saat diselenggrakannya Lomba Arung sungai Citarum I.
Ø Banyak peralatan yang digunakan dalam arung jeram.
Ø Cowboys Style :Posisi mendayung ini dilakukan dengan cara duduk ditabung perahu dan posisi kaki direnggangkan untuk menjepit tabung yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh diperahu.
Ø Ladies style :Posisi ini digunakan dimana kedua kaki berada didalam perahu dan biasanya ujung kaki diselipkan pada tempat yang telah disediakan. Posisi itu sangat nyaman karena jauh dari benruran batu atau tebing.
Ø teknik Oar ; Dalam teknik ini pendayung hanya satu orang dengan menggunakan dayung tipe oar yang digunakan berpasangan.
Ø Tekik Paddle :Teknik ini dilakukan oleh tiga orang atau lebih tergantung dari kapasitas perahu yang akan digunakan dalam berarung jeram.
5. Penutup
Alhamdulillah dikjut rafting telah dilaksanakan.dan demikian pembuatan makalah rafting ini.dan saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini,maka kritik dan saran dari anda sangat berarti untuk kemajuan saya khususnya dan mawapala pada umumnya.
Daftar Pustaka
1. Mawapala IAIN Walisongo semarang,Rafting Muktamar dan Kenal Medan,Semarang, April 2008.
2. Rohman,Habibi,Makalah dan LPJ DIKJUT RAFTING,Mawapala,2009
3. Diktat Mawapala
4. http:// arung jeram olahraga.blogspot.com
5. http://.ANAK MANUSIA SEJARAH ARUNG JERAMblogspot.com
6. Artikel FAJI
ILMU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung pendidikan Islam tercakupdalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta¶limfil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam),At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah µinda Muslimin (pendidikandikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami).
Arti pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalahteori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teoritentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanyateori
Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwamanusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan danlingkungan.Manusia sempurna menurut Islam adalah jasmani yang sehat serta kuat dan Berketerampilan,cerdas serta pandai.Tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadimenurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakankepada Allah. Y.ang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah
Ø Menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
(A. Yunus, 1999 : 7)
Ø Menurut Frederick J. Mc Donald, pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Yang dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan oleh sesorang.
(A. Yunus, 1999 : 7-
Ø Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.
Ø Ruang Lingkup Pendidikan Islam
1. Pendidikan Keimanan
“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya:”hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesengguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang nyata.” (Q.S 31:13)
Bagaimana cara mengenalkan Allah SWT dalam kehidupan anak?
•Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis (bukan memanjakan)
Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan anak, bertutur kata lembut, bertingkah laku positif.
Hadits Rasulullah : “cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka…:” (H.R Bukhari)
“Barang siapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya.” (H.R Ibnu Babawaih dan Ibnu Asakir)
• Menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin
Seperti ketika kita bersin katakan alhamdulillah. Ketika kita memberikan uang jajan katakan bahwa uang itu titipan Allah jadi harus dibelanjakan dengan baik seperti beli roti.
• Memanfaatkan momen religious
Seperti Sholat bersama, tarawih bersama di bulan ramadhan, tadarus, buka shaum bareng.
• Memberi kesan positif tentang Allah dan kenalkan sifat-sifat baik Allah
Jangan mengatakan “ nanti Allah marah kalau kamu berbohong” tapi katakanlah “ anak yang jujur disayang Allah”.
• Beri teladan
Anak akan bersikap baik jika orang tuanya bersikap baik karena anak menjadikan orang tua model atau contoh bagi kehidupannya.
“hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.(Q.S 61:2-3)
• Kreatif dan terus belajar
Sejalan dengan perkembangan anak. Anak akan terus banyak memberikan pertanyaan. Sebagai orang tua tidak boleh merasa bosan dengan pertanyaan anak malah kita harus dengan bijaksana menjawab segala pertanyaannya dengan mengikuti perkembangan anak.
2. Pendidikan Akhlak
Hadits dari Ibnu Abas Rasulullah bersabda:
“… Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.”
Rasulullah saw bersabda:
”Suruhlah anak-anak kamu melakukan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun dan pukullah mereka kalau meninggalkan ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud)
Bagaimana cara megenalkan akhlak kepada anak :
• Penuhilah kebutuhan emosinya
Dengan mengungkapkan emosi lewat cara yang baik. Hindari mengekspresikan emosi dengan cara kasar, tidak santun dan tidak bijak. Berikan kasih saying sepenuhnya, agar anak merasakan bahwa ia mendapatkan dukungan.
Hadits Rasulullah : “ Cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka …:” (H.R Bukhari)
• Memberikan pendidikan mengenai yang haq dan bathil
“Dan janganlah kamu campur adukan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui .”(Q.S 2:42)
Seperti bahwa berbohong itu tidak baik, memberikan sedekah kepada fakir miskin itu baik.
• Memenuhi janji
Hadits Rasulullah :”…. Jika engkau menjanjikan sesuatu kepada mereka, penuhilah janji itu. Karena mereka itu hanya dapat melihat, bahwa dirimulah yang memberi rizki kepada mereka.” (H.R Bukhari)
• Meminta maaf jika melakukan kesalahan
• Meminta tolong/ mengatakan tolong jika kita memerlukan bantuan.
• Mengajak anak mengunjungi kerabat
3. Pendidikan intelektual
Menurut kamus Psikologi istilah intelektual berasal dari kata intelek yaitu proses kognitif/berpikir, atau kemampuan menilai dan mempertimbangkan.
Pendidikan intelektual ini disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak. Menurut Piaget seorang Psikolog yang membahas tentang teori perkembangan yang terkenal juga dengan Teori Perkembangan Kognitif mengatakan ada 4 periode dalam perkembangan kognitif manusia, yaitu:
Periode 1, 0 tahun – 2 tahun (sensori motorik)
• Mengorganisasikan tingkah laku fisik seperti menghisap, menggenggam dan memukul pada usia ini cukup dicontohkan melalui seringnya dibacakan ayat-ayat suci al-Quran atau ketika kita beraktivitas membaca bismillah.
Periode 2, 2 tahun – 7 tahun (berpikir Pra Operasional)
• Anak mulai belajar untuk berpikir dengan menggunakan symbol dan khayalan mereka tapi cara berpikirnya tidak logis dan sistematis.
Seperti contoh nabi Ibrahim mencari Robbnya.
Periode 3, 7 tahun- 11 tahun (Berpikir Kongkrit Operasional)
• Anak mengembangkan kapasitas untuk berpikir sistematik
Contoh : Angin tidak terlihat tetapi dapat dirasakan begitu juga dengan Allah SWT tidak dapat dilihat tetapi ada ciptaannya.
Periode 4, 11 tahun- Dewasa (Formal Operasional)
• Kapasitas berpikirnya sudah sistematis dalam bentuk abstrak dan konsep
4. Pendidikan fisik
• Dengan memenuhi kebutuhan makanan yang seimbang, memberi waktu tidur dan aktivitas yang cukup agar pertumbuhan fisiknya baik dan mampu melakukan aktivitas seperti yang disunahkan Rasulullah
“ Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda.” (HR. Thabrani)
5. Pendidikan Psikis
“Dan janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula berduka cita, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 3:139)
• Memberikan kebutuhan emosi, dengan cara memberikan kasih saying, pengertian, berperilaku santun dan bijak.
• Menumbuhkan rasa percaya diri
• Memberikan semangat tidak melemahkan
1.3.Definisi Pendidikan Menurut Perspektif Nasional
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya pedagogis untuk menstranfer sejumlah nilai yang dianut oleh masyarakat suatu bangsa kepada sejumlah subjek didik melalui proses pembelajaran. Sistem nilai tersebut tertuang dalam sistem pendidikan yang dirumuskan dalam dasar-dasar pandangan hidup bangsa itu. Rumusan pandangan hidup tersebut kemudian dituangkan dalam Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan. Dalam Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan itu pandangan filosofis suatu bangsa di antaranya tercermin dalam sistem pendidikan yang dijalankan.
Bagi bangsa Indonesia, pandangan filosofis mengenai pendidikan dapat dilihat pada tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 paragraf keempat. Secara umum tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian secara terperinci dipertegas lagi dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
penyakit diare
Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.
-Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.
Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.
Kondisi cuaca yang tidak stabil, sanitasi tempat pengungsian yang buruk serta kondisi rumah yang masih kotor terkena genangan air, juga sulitnya mendapat air bersih menyebabkan mudahnya terjadi wabah diare setelah banjir. Penyakit diare yang terlihat ringan justru bisa membahayakan jiwa, karena saat tubuh kekurangan cairan, maka semua organ akan mengalami gangguan. Diare akan semakin berbahaya jika terjadi pada anak-anak.
Gejala
Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi.
§Perawatan
Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Oralit dan tablet zinc adalah pengobatan pilihan utama dan telah diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak dalam 25 tahun terakhir.[1] Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.
Jika tidak tersedia oralit bubuk, oralit dapat dibuat dengan bahan-bahan berikut ini:[2]
· 200 ml atau segelas seukuran belimbing air matang
· 2 sendok teh gula pasir
· 1/2 sendok teh garam halus
Campur semua bahan hingga larut lalu minumkan pada penderita diare. Minum oralit dengan ketentuan sebagai berikut:
Usia
Pemberian Setelah 3 Jam Diketahui Diare
Pemberian Setelah BAB
Kurang dari 1 tahun
1 1/2 gelas
1/2 gelas
1 - 4 tahun
3 gelas
1 gelas
5 - 12 tahun
6 gelas
1 1/2 gelas
Dewasa
12 gelas
5 gelas
Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:
· Diare pada balita
· Diare menengah atau berat pada anak-anak
· Diare yang bercampur dengan darah.
· Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.
· Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam, kehilangan berat badan, dan lain-lain.
· Diare pada orang yang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)
· Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.
§Diare infektif
Diare infektif yang tidak biasa untuk diare dapat bertahan lama. Diare ini disebabkan karena beberapa organisme penyebabnya tersebut dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa gejala penyakit jangka panjang yang jelas.
§Penanggulangan diare
Penderita diare sebaiknya segera meminum oralit yang merupakan campuran dari gula dangaram untuk menjaga cairan tubuh.
Beberapa cara penggulangan diare antara lain:
1 Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan dalam beberapa kasus yang langka dapat berakibat fatal (keracunan air).
2 Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.
3 Cairan intravenous: kadangkala, terutama pada anak-anak, dehidrasi dapat mengancam jiwa dan cairan intravenous mungkin dibutuhkan.
4 Terapi rehidrasi oral: Meminum solusi gula/garam, yang dapat diserap oleh tubuh.
5 Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit.
§Pencegahan
Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare.[1] Ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin rotavirus yang lainnya seperti, Shigella, ETEC, dan Cholera sedang dikembangkan, vaksin ini juga berfungsi untuk mencegah penularan diare.
Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada diare.[5] Oleh karena itu, biasakan mencuci tangan sebelum makan dengan sabun. Lakukan hal yang sama setelah selesai buang air besar. Usahakan meminum air yang sudah direbus hingga mendidih agar semua bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh. Segera bersihkan tempat tinggal dari sisa sampah jika terjadi bencana alam. Segera buang tumpukan sampah agar tidak menggunung dan jadi sarang penyakit.[2]
§Pengobatan tradisional
Akar bunga teratai
Sediakan 50 gram rimpang teratai dan 10 gram jahe. Kemudian dicuci bersih lalu diparut dan diambil airnya. Minum ramuan tersebut tiga kali sehari setiap pagi, siang dan sore.
Beras ketan
Goreng beras ketan hingga hangus (beras ketan yang digoreng tanpa menggunakan minyak), tambahkan kunyit yang juga dibakar hingga hangus. Seduh beras ketan dan kunyit yang sudah dilumatkan dengan air hangat, konsumsi dengan takaran 3 kali dalam sehari.
Apel cuka
Pembuatan cuka apel sebagai bahan untuk meredakan penyakit diare dibuat dengan cara yang mudah yaitu dengan memberikan beberapa tetes cuka apel pada air putih.
LEARNING MEDIA
Media Models included in the visual media that can not be projected. Model is artificial objects in three-dimensional form of a representation or replacement of the real thing. The use of models to address specific constraints as a substitute reality. Eg to study the motion system, digestive, respiratory, circulatory, excretory system, and nerves in animals.
Three-dimensional media are often used in the study is a model and dolls. According to Nana Sudjana et al, the model can be grouped into six categories: solid models (solid model), the model cross sections (cutaway models), stacking models (builed-up model), the model work (working model), mock-ups, and diorama.masing each category of the model may have the exact same size with original size or perhaps with a larger scale or smaller than the actual object.
The following will explain the types of models that have been mentioned above :
A) model typically shows dense than the outer surface of objects and often throwing the parts that confuse main ideas of form, color, and composition. For example: historical arsenal: rifles for example, guns, axes, stones, javelins, spears, and swords.
B) Cross-section model (Model Cutaway)
Model cross-section shows how an object is visible, if its surface was appointed to determine the composition of its interior. this model is often called the X-Rayatau Crossectionyaitu models cross cut models. Example: human and animal anatomy, bleak: teeth, eyes, head, brain, torso, bones, heart, lungs, and kidney sections.
Langganan:
Postingan (Atom)